25 Peserta Ikuti Sekolah Lapang Nelayan
25 Peserta Ikuti Sekolah Lapang Nelayan

12 Maret 2019. // dibaca: 1 x

25 Peserta Ikuti Sekolah Lapang Nelayan

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 25 peserta mengikuti Sekolah Lapang Nelayan (SLN) yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Mas Semarang di Hotel Dafam Pekalongan, Senin (4/3).

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Mas Semarang Retno Widyaningsih menjelaskan, SLN diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penyuluh perikanan dan nelayan dalam mengakses informasi cuaca maritim. “Sekolah Lapang Nelayan juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam memanfaatkan informasi cuaca maritim guna mengantisipasi dan adaptasi terhadap dampak fenomena iklim ekstrem,” terangnya.

Adapun peserta SLN terdiri dari penyuluh perikanan di 12 kabupaten/ kota di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah mulai dari Rembang sampai Brebes. Diikuti pula ketua kelompok nelayan, Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Klidang Lor, Tegalsari, Wonokerto, Asemdoyong dan Tawang, Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Tegal serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan.

Materi yang disampaikan dalam SLN di antaranya pengenalan unsur cuaca dan iklim, pengenalan alat ukur cuaca dan gelombang, informasi dan prakiraan cuaca dan gelombang (angin, musim dan hujan) serta fenomena perubahan iklim. Selain itu juga disampaikan materi tentang pemanfaatan unsur cuaca dan iklim untuk budidaya perikanan serta kearifan lokal.

Diharapkan, SLN dapat membantu nelayan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang informasi cuaca maritim dan memanfaatkan informasi tersebut dalam praktik perikanan mereka. “Nelayan diharapkan mampu memanfaatkan informasi cuaca maritim untuk meningkatkan ekonomi dan menjamin keselamatan,” sambungnya.

Sementara itu, Widyaiswara Utama BMKG Nurhayati yang membuka SLN hari itu mengatakan, kondisi iklim yang sangat beragam menjadi tantangan utama yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan termasuk di sektor kelautan dan perikanan. “Sehingga BMKG membuat program kegiatan sebagai bentuk respon rencana aksi,” jelasnya.

SLN diselenggarakan di 30 lokasi di 25 provinsi. Ia berharap, peserta SLN nantinya bisa menjadi perpanjangan tangan BMKG dalam menyampaikan informasi cuaca kepada nelayan. Menurut dia, SLN merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan BMKG. Sebelumnya, BMKG menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI).

0 Comments

Leave a comment